Kamis, 20 Juni 2013

MOMENT SAD

Sejarah telah lama dikemas

Ketika waktu menyelindupkan kesaksian yang luka

Seekor kelalawar memandangnya dengan termangu

Dari jendela di masa silam

Di langit-langit

Usia mewariskan jubah kelabu

Punggung menjelma belukar pintalan laba-laba

Dan sekelompok kecoa telah selesai mendirikan rumah terakhir

Disinilah potongan rindu kau letakkan

Di bawah debu berlapis-lapis

Dan jejak yang demikian halus

Aku terkesima memergoki serpihan perasaan

Yang masih hangat meleleh dalam kalbu

Ayolah Nona . . .

Masa lalu bukanlah harapan

Namun hari esok adalah rintangan dan kebahagiaan

KEHIDUPAN MENDATANG

Di atas ranjang
Ditemani butiran sajak yang ku sebut itu kekasih
Aku tenggelam dalam lautan masa depan
Akankah lampu hijau membiarkanku untuk menghampiri sastrawan
Yang ku jadikan itu sebuah cita dan kehidupan
Ataukah lampu merah yang tak menghiraukanku?

Ya Rabbi Rabbul 'Izzati
Yang kini ku lakukan hanyalah
menghaturkan sebuah do'a agar waktu menyelamatkanku.